Mencoba Melestarikan Anggur Probolinggo..

dsc_0833Bagi anda yang biasa melintas di pantura Jawa Timur mulai dari Sidoarjo hingga ke Banyuwangi tentu pernah mampir ke Probolinggo. Siapa pun pasti tahu dimana Probolinggo itu berada. Ya….kota kecil Probolinggo berada di daerah pantura Jawa Timur sebagai kota yang terkenal dengan sebutan Bayuangga. Sebutan ini sehat dengan kundalini reiki dapat setelah berada di Probolinggo dalam kunjungan ke sentra produksi buah mangga dan anggur dimana saat itu angin bertiup cukup kencang di daerah sentra perkebunan ini, membuat dahan-dahan pohon mangga yang siap panen saling bergesekan bergoyang tertiup angin. Ciri khas Probolinggo sebagai Bayuangga menandakan bahwa daerah yang berangin kencang ini sudah sangat terkenal dengan mangga arum manisnya dan juga buah anggur yang produksi hasil perkebunan ini begitu melimpah membanjiri pasar Pulau Jawa hingga ke Jakarta.

dsc_0825Anggur mulai berkembang di Probolinggo pada 1899. Saat itu, Haji Mohammad Ali dari Desa Mangunhardjo pulang dari berhaji dan membawa pulang benih anggur. Tanaman yang awalnya sebagai hiasan halaman itu lalu berkembang pesat menjadi tanaman bernilai ekonomis. Tahun 1935, di Probolinggo dibentuk badan penolong penganggur bernama Maatschappelijk Voor Werklozen Bedrijf. Badan ini mengusahakan perkebunan anggur seluas 2 hektar di Kebonsari Wetan dan Sukabumi (seluas 0,25 hektar). Perusahaan ini berkembang baik, bibit-bibit anggur didatangkan dari Australia, Perancis, dan Italia. Anggur yang diproduksi cukup banyak dan berkualitas tinggi sehingga menjadikan salah satu komoditas dikirim ke Belanda.

img-20161109-wa0034Pendekatan Agribisnis telah dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo dalam Pengembangan Tanaman Anggur dengan berbasis sumberdaya lokal untuk memanfaatkan peluang bisnis yang ada. Untuk mendukung dan mewujudkan upaya dimaksud perlu adanya peran serta secara aktif baik oleh masyarakat petani/kelompok tani, swasta maupun pemerintah. Kegiatan yang berupa Pengembangan Tanaman Anggur, baik populasi tanaman, sarana dan prasarana pendukung, teknologi budidaya, teknologi pasca panen, serta tata niaga dalam pemasaran merupakan suatu paket yang tidak bisa dipisah-pisahkan. Sebagai langkah implementasinya adalah mengembangkan suatu pola atau model program pengembangan anggur melalui pengembangan dan pemantapan kelembagaan kelompok tani. Kegiatan ini bertujuan untuk merintis pengembangan sentra komoditas unggulan agribisnis daerah sebagai upaya untuk Percepatan Pelestarian Ciri Khas Kota Probolinggo sebagai Kota Anggur yang lebih jauh untuk peningkatan kesejahteraan petani dalam upaya pengentasan kemiskinan, melalui Penguatan Modal Usaha Kelompok (PMUK) Agribisnis Anggur. Salah satu wujud nyata Kelurahan Jati Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo mendukung kegiatan tersebut, dengan alat yang seadanya Kelurahan Jati berupaya melestarikan tanaman anggur yang ada dan mungkin hanya satu-satunya Kelurahan se Kota Probolinggo memiliki tanaman anggur hingga saat ini.